25 Agustus 2013

JEJAK METEOR ?

Hari Sabtu kemarin (24/08/2013) ketika saya tengah menengadah ke langit, saya melihat semacam asap bergaris berwarna putih seperti awan. Tadinya saya mengira bahwa itu adalah jejak dari sebuah pesawat/roket pemantau cuaca seperti yang biasa saya lihat melintas. Tapi saya heran, ko' jejak asapnya terputus atau tampak hanya sepotong. Kemudian ketika saya amati, saya berfikir mungkin itu jejak meteor yang jatuh ke bumi. Memang kala itu cuaca sangat panas karena mataharinya terik menyengat (17:00) seperti adanya badai matahari atau hujan meteor yang sempat diinfokan sebelumnya. Jika ada yang sempat melihat jatuhnya meteor itu pasti merasakan suatu pemandangan yang luar biasa karena merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi apalagi di siang hari. Jika garis asap di langit itu bukan hasil dari pergesekan atmosphere dengan benda langit yang masuk atau jatuh ke bumi, lalu jejak apakah itu ?

10 Agustus 2013

POHON JARAK

Pohon jarak adalah salah satu jenis tanaman apotik hidup yang tumbuh di sekitar halaman rumah saya tetapi jarang sekali digunakan. Khasiat getah daunnya yang sangat ampuh bagi kesehatan adalah dapat menghilangkan perut kembung atau masuk angin pada bayi. Biasanya yang menggunakannya adalah para tetangga disekitar rumah yang memiliki bayi. Sudah beberapa kali pohon tersebut saya tebang habis karena daunnya sudah terlalu lebat, tapi tetap saja tumbuh lagi-tumbuh lagi dikemudian hari. Hingga sejak dahulu pohon jarak saya tidak pernah tinggi walaupun batang pohonnya sudah besar. Memang pohon jarak adalah tumbuhan yang dapat bertahan hidup tanpa air di musim kemarau. Itulah mengapa batang atau tangkai daun jarak banyak sekali menyimpan cairan getah. Bijinyapun yang mirip biji tanaman karet muda adalah sumber energi alternatif yang berpotensi menghasilkan minyak untuk bahan bakar, bahkan dibeberapa daerah sudah mulai dikembangkan cara pembudidayaannya dalam jumlah besar.

29 Juli 2013

PALING SERING DIPETIK

   Menanam atau memiliki tanaman sendiri dipekarangan rumah sebagai pelengkap sumber pangan, cukup menguntungkan dan mengasyikkan. Apalagi jika tanaman tersebut termasuk yang paling sering kita gunakan. Seperti tanaman di pekarangan belakang rumah saya yang sengaja ditanam oleh ibu dan nenek saya sejak dahulu. Cukup banyak jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan tapi sebenarnya hanya sedikit yang sering digunakan.
   Pohon katuk dan pohon pandan adalah tanaman yang paling sering diambil daunnya oleh ibu saya untuk memasak. Hampir setiap hari daun pandan digunakan untuk menanak nasi atau membuat kue, sedangkan daun katuk untuk dibuat sayur. Khusus sayur katuk adalah jenis hidangan sayuran yang pembuatannya sangat mudah. Menikmati sayur berkuah daun katuk yang disajikan dengan nasi hangat adalah kegemaran saya. Sayur katuk dapat dikombinasikan menggunakan ubi manis atau jagung muda, pasti tambah nikmat rasanya.  

16 Juni 2013

TAMAN TEPI JALAN

Ada sebuah taman kecil yang dibuat sederhana tapi indah. Lokasinya terletek di tepi jalan SMAN 14 Cililitan Jakarta Timur. Pohon-pohon yang ditanampun hanya jenis-jenis yang biasa kita jumpai, tapi sudah memberi kesan kepedulian akan pentingnya program pemerintah tentang penghijauan kota. Pemilik warung bersama warga sekitar di sebelah taman itu adalah yang membuat dan menata taman itu menjadi indah. Setelah saya amati, keberadaan taman di tepi jalan itu sebenarnya terkesan biasa saja tapi dengan menyiasati latar belakang tembok yang dicat dengan warna tertentu hingga mendukung keelokkannya menjadikan taman tersebut sedap dipandang mata. Semoga saja taman itu tetap terjaga dan terawat dengan baik atau lebih banyak lagi keberagaman jenis tanaman yang ditanam di tempat itu dikemudian hari sehingga dapat memotivasi siapapun yang melintas di jalan itu untuk melakukan hal yang sama di tempat dimanapun mereka berada.

24 April 2013

POHON JAMBU AIR PRODUKTIF

   Bulan April ini, Pohon Jambu Air di rumah saya berbuah dengan sempurna. Dikatakan demikan karena sudah beberapa tahun belakangan ini memang pohon itu selalu berbuah, tapi jika matang buahnya selalu tidak bisa dimakan alias busuk termakan ulat. Jadi saya hanya bisa menyaksikan hamparan merah buah jambu air yang jatuh ke tanah sia-sia menjadi santapan nikmat burung-burung dan kalong yang berterbangan di sekitar rumah.
   Nah, kali ini pohon jambu air saya tersebut berbuah dengan baik, tidak busuk dan saya bisa memakannya dengan puas. Rasa buahnya masih manis seperti biasanya dan banyak airnya karena musim hujan. Lumayan untuk dibuat rujak dengan bumbu gula merah yang sedap. Saya tidak mengerti mengapa tahun ini berbuah banyak dan bagus, mungkin karena cuaca ekstrim seperti curah hujan yang terus menerus yang diselingi juga oleh panas terik yang bisa muncul dengan tiba-tiba. Hal inilah yang mungkin mengganggu atau menghambat populasi serangga untuk berkembang biak. Karena serangga lah yang membawa atau memberi peluang kepada organisme-organisme kecil seperti ulat yang bisa merusak perkembangan daging buah jambu air hingga menjadi busuk.
   Saya senang karena pohon jambu air saya ternyata masih produktif menghasilkan buah. Kalau dihitung usianya sudah sangat tua, sekitar tiga puluhan tahun lebih. Saya pernah berencana untuk memangkas ranting-rantingnya agar cabangnya merintis daun kembali, tapi hal itu urung saya lakukan karena pohonnya terlalu tinggi ditambah lagi banyak semutnya sehingga saya tidak memungkinkan untuk memanjatnya.
   Saking lebat buahnya, saya sampai mempersilahkan para tetangga untuk memetik sendiri buahnya jika mereka menginginkan, karena sangat disayangkan bila buah jambu air yang sudah masak akan terus berjatuhan setiap harinya jika tidak segera dipetik. 

18 Maret 2013

PANORAMA GUNUNG

Hari Minggu kemarin, saya sempat mengabadikan sebuah pemandangan alam yang lumayan untuk dijadikan obyek foto saya. Lokasinya adalah di daerah Bojong Gede, Bogor. Saat berada di lokasi, anda akan menikmati panorama tiga gunung besar berjajar sekaligus. Dengan akses jalan kecil beraspal, yang hanya memuat satu kendaraan roda empat, melintasi suasana hijau yang teduh dan tenang mirip pedesaan. Tempat saya mengambil foto adalah kawasan perkebunan bercampur dengan ilalang, kolam pemancingan dan perumahan penduduk. Tapi foto yang saya ambil hasilnya kurang memuaskan karena waktu itu pas lewat tengah hari (13:30) dalam keadaan cuara panas terik, di tambah obyek awan yang menyelimuti sebagian gunung tersebut. Di lain waktu kemungkinan saya akan datang kembali untuk mengambil gambar yang lebih sempurna di pagi hari saat cuaca cerah, karena ketiga jajaran gunung tersebut akan tampak jelas sekali terlihat yang bisa menjadi sasaran empuk para fotografer yang menyukai panorama alam. Mudah-mudahan saja keindahan daerah tersebut tidak hilang ditelan ambisi manusia untuk kepentingan bisnis mereka.

11 Maret 2013

TANAMAN BANGLE

   Ketika saya sedang membersihkan pekarangan di belakang rumah, saya menemukan tanaman Bangle saya mengeluarkan bunga. Fenomena ini sangat langka, rasanya ibarat menyaksikan bunga bangkai muncul dari dalam tanah, pikir saya. Bentuknya sangat unik dengan kuncup tandannya yang indah berwarna cokelat kemerahan. Dikatakan fenomena yang langka, karena dalam setahun pun belum tentu tanaman itu dapat mengeluarkan bunga. Jadi jarang-jarang kita dapat menyaksikannya berbunga. Faktor kelembaban tanah mungkin yang mempengaruhi tanaman tersebut bisa memunculkan bunga.
   Kebetulan nenek saya menanam tanaman ini kira-kira hampir setengah abad yang lalu. Dahulu ada empat rumpun yang hidup subur di kebun belakang rumah saya, tapi lama-kelamaan satu-persatu rumpunnya mati akibat kering di musim panas yang berkepanjangan karena selalu lupa disiram. Akhirnya, kini tersisa hanya satu rumpun saja yang masih bertahan hidup. Sebenarnya tanaman bangle termasuk tanaman yang bisa bertahan hidup walaupun tidak disiram. Ia memiliki akar yang survive berupa umbi-umbian yang bermanfaat bagi kesehatan. Pernah suatu ketika karena lupa menyiramnya di musim kemarau, semua rumpun kering hingga tak bersisa satu pun tunas. Saya mengiranya kemungkinan tanaman ini sudah saatnya mati, karena faktor usia yang menurut saya sudah sangat tua. Tapi ketika musim hujan kembali tiba, ternyata kembali muncul tunas dari setiap rumpunnya. Saya senang ternyata tanaman bangle saya dapat menghijau kembali. Tapi tiga rumpun lainnya akhirnya mati juga karena ketika musim kering tiba tanahnya tertutup oleh rimbunan pohon disekitarnya sehingga tidak dapat menyerap cahaya matahari yang cukup untuk akarnya merintis kembali.
   Bangle adalah sejenis tanaman herbal yang mempunyai banyak khasiat. Tapi bagi orang-orang dahulu seperti nenek saya yang masih menganut faham tahayulisme berpendapat bahwa ramuan dari bangle biasa dioleskan pada tubuh bayi agar terhindar dari gangguan roh-roh halus. Tapi sebenarnya khasiat yang paling umum dari bangle adalah dapat menghilangkan gejala masuk angin, perut kembung dan demam. Kini saya berusaha untuk mempertahankan kelestarian tanaman bangle tersebut agar tetap tumbuh subur di pekarangan rumah saya, karena menurut saya tanaman tersebut sudah sulit ditemukan karena jarang orang yang mau menanamnya.